Surabaya International Jewellery Fair 2026 Jadi Momentum Perluasan Pasar Perhiasan - BERITA7TERKINI

BERITA7TERKINI

•A Part of Berita7.online•

Kamis, 15 Oktober 2026

Surabaya International Jewellery Fair 2026 Jadi Momentum Perluasan Pasar Perhiasan


 

SURABAYA – Surabaya International Jewellery Fair ke-29 kembali digelar di Hotel Shangri-La Surabaya pada 15–18 Oktober 2026. Pameran yang diselenggarakan Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia ini menjadi salah satu upaya mendorong penjualan perhiasan sekaligus memperluas pasar industri perhiasan Indonesia, baik di dalam negeri maupun mancanegara.


Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia, Jeffrey Thumewa, mengatakan pameran tersebut rutin diselenggarakan dengan dukungan pemerintah Indonesia. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan bisnis, serta membuka peluang transaksi dengan pembeli domestik dan internasional.


“Antusiasme peserta sangat baik. Tahun ini ada 80 peserta yang berasal dari berbagai skala usaha, mulai dari perusahaan besar, menengah hingga kecil. Kami berharap Surabaya International Jewellery Fair ke-29 membawa kesuksesan bagi seluruh peserta dan kembali menarik minat pengunjung dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya.


Jeffrey juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan yang diberikan terhadap penyelenggaraan pameran tersebut. Ia berharap ajang ini terus menjadi kebanggaan bagi para pelaku industri sekaligus pecinta perhiasan.


Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, menyoroti tantangan yang tengah dihadapi industri perhiasan nasional, khususnya terkait penurunan nilai ekspor.



Ia mengungkapkan, berdasarkan data Januari–Juni 2026, nilai ekspor industri perhiasan tercatat sebesar 3,35 miliar dolar AS, turun sekitar 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 5 miliar dolar AS.


“Penurunan ekspor ini perlu kita cermati untuk mengetahui faktor penyebabnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memperkuat pasar dalam negeri melalui pameran seperti ini. Harapannya, kegiatan ini mampu meningkatkan penjualan dan mendorong pertumbuhan industri perhiasan nasional,” kata Reni.


Menurutnya, pameran perhiasan juga memiliki peran strategis dalam membuka peluang pemasaran bagi produsen dan pengrajin, termasuk pelaku industri kecil dan menengah (IKM). Dengan semakin luasnya akses pasar, para pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.


Pembukaan Surabaya International Jewellery Fair ke-29 ditandai dengan pemukulan gong, dilanjutkan dengan pertunjukan jewellery show. Prosesi kemudian diteruskan dengan pengguntingan pita dan peninjauan area pameran.


Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus dan anggota Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia, pejabat terkait, serta masyarakat dan pecinta perhiasan.


Melalui penyelenggaraan pameran ini, industri perhiasan Indonesia diharapkan semakin mampu memperkuat pasar domestik, memperluas jangkauan pemasaran internasional, serta memberikan ruang lebih besar bagi produsen dan pengrajin untuk mempromosikan karya dan produk unggulan mereka. (Red)

Pages