Milad ke-24 Masjid Cheng Hoo Surabaya, Hasan Basri Resmi Pimpin YHMCHI Periode 2026–2031 - BERITA7TERKINI

BERITA7TERKINI

•A Part of Berita7.online•

Jumat, 16 Oktober 2026

Milad ke-24 Masjid Cheng Hoo Surabaya, Hasan Basri Resmi Pimpin YHMCHI Periode 2026–2031


 

SURABAYA – Masjid Cheng Hoo Surabaya kembali menandai perjalanan panjangnya dalam merawat keberagaman dan mempererat persaudaraan melalui perayaan milad ke-24. Ribuan tamu undangan menghadiri acara yang digelar di halaman masjid pada Kamis malam (15/10/2026). Momen istimewa ini sekaligus menjadi awal kepemimpinan baru Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), dengan pengangkatan Ustadz Hasan Basri sebagai ketua untuk periode 2026–2031.


Dalam kesempatan tersebut, H.A. Nurawi yang telah memimpin YHMCHI selama periode 2014–2026 diangkat sebagai Dewan Pembina. Pengurus yayasan juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak internal Masjid Cheng Hoo yang telah berkontribusi dalam pengembangan masjid, serta staf YHMCHI yang telah mengabdikan diri selama 10 hingga 20 tahun.


Rangkaian acara diawali dengan penampilan murid-murid SD Islam Cheng Hoo, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama seluruh hadirin. Suasana khidmat terasa ketika para ulama memimpin tahlil untuk mendoakan para pengurus YHMCHI yang telah berpulang.



Dalam sambutannya, H.A. Nurawi mengenang perjalanan Masjid Cheng Hoo yang selama 24 tahun tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang untuk mempererat silaturahmi, menyelenggarakan pendidikan, membina umat, serta menjalankan berbagai kegiatan sosial.


Menurutnya, keberadaan Masjid Cheng Hoo menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat yang beragam. Semangat Islam yang membawa kedamaian, persaudaraan, kepedulian, dan manfaat bagi sesama harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.


Nurawi menyampaikan terima kasih kepada para dewan pendiri, pembina, pengurus, ulama, donatur, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam membangun dan mengembangkan Masjid Cheng Hoo. Ia berharap, bertambahnya usia masjid juga diiringi dengan semakin luasnya manfaat yang dirasakan masyarakat.


“Semoga Masjid Cheng Hoo terus melahirkan generasi yang berakhlak, beriman, berilmu, dan bermanfaat bagi sesama. Mari kita melanjutkan perjuangan para pendahulu,” ujarnya.


Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Bhakti Persatuan, Hermawan Santoso. Ia mengaku bersyukur dapat menyaksikan perjalanan Masjid Cheng Hoo dan YHMCHI selama 24 tahun, yang menurutnya merupakan pengalaman berharga.


Hermawan menilai, Masjid Cheng Hoo dan YHMCHI telah menunjukkan bahwa semangat berbagi tidak mengenal batas agama. Melalui berbagai kegiatan di bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh umat Islam, tetapi juga masyarakat luas.


“Masjid Cheng Hoo terus menebarkan kerukunan dalam keberagaman. Selamat ulang tahun ke-24 untuk Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya,” ucapnya.


Sementara itu, pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina YHMCHI–YPCHI, HMY Bambang Sujanto, menyoroti perjalanan masyarakat Tionghoa muslim di Indonesia yang merupakan bagian dari kelompok minoritas. Ia berharap dukungan dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat terhadap komunitas Tionghoa muslim dapat terus terjaga.


Bambang bersyukur karena selama ini dukungan tersebut datang dari berbagai kalangan, tidak hanya umat Islam, tetapi juga masyarakat lintas agama. Menurutnya, Masjid Cheng Hoo harus terus menjadi ruang terbuka bagi siapa pun untuk menjalin persaudaraan dan memperkuat kebersamaan.


Ia juga menyinggung hubungan historis Indonesia dan Tiongkok, termasuk perjalanan para ulama ke Tiongkok yang turut mendapat dukungan dari para pengusaha Tionghoa di Surabaya.


Sebagai ketua baru YHMCHI, Ustadz Hasan Basri menegaskan bahwa Masjid Cheng Hoo merupakan buah perjuangan para pendiri yang dibangun melalui semangat persatuan ulama, pengusaha, dan masyarakat.


Ia menyebut sosok Laksamana Cheng Hoo sebagai figur muslim dari Tiongkok yang menjadi inspirasi dalam membangun jembatan persahabatan lintas suku dan budaya. Karena itu, Masjid Cheng Hoo diharapkan terus menjalankan peran sebagai ruang perjumpaan yang menyatukan masyarakat dalam keberagaman.


Hasan juga menyampaikan harapannya agar jaringan Masjid Cheng Hoo dapat terus berkembang hingga mencapai 20 masjid di berbagai wilayah Indonesia.


Dukungan terhadap kiprah Masjid Cheng Hoo turut disampaikan anggota DPR RI Komisi IX, Indah Kurnia. Ia mengucapkan selamat kepada jajaran pembina dan pengurus YHMCHI atas milad ke-24 tersebut. Menurutnya, Masjid Cheng Hoo diharapkan terus menjadi cahaya bagi masyarakat melalui kolaborasi dalam berbagai aksi kemanusiaan, pendidikan, sosial, budaya, dan keagamaan, demi mewujudkan Indonesia yang lebih berkeadilan.


Ucapan selamat juga disampaikan Wakil Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya, Ms. Liu Yi. Ia mengingatkan kembali perjalanan Laksamana Cheng Hoo ke Pulau Jawa sekitar 600 tahun lalu yang berlangsung dengan semangat damai dan turut menjadi bagian dari sejarah hubungan Indonesia–Tiongkok.


Liu Yi menilai Masjid Cheng Hoo telah menjadi salah satu ikon yang memperkenalkan keberagaman budaya sekaligus mewarisi semangat persahabatan yang dibawa Cheng Hoo. Selama ini, YHMCHI dinilai berperan dalam membangun jembatan komunikasi dan persaudaraan antarumat beragama sehingga mendapat apresiasi dari masyarakat luas.


Ia berharap seluruh pengurus dapat terus meneruskan semangat Cheng Hoo dalam kehidupan bermasyarakat serta berkontribusi dalam memperkuat persahabatan antara Tiongkok dan Indonesia. Konsulat Jenderal RRT di Surabaya, lanjutnya, mendukung kiprah Masjid Cheng Hoo dan YHMCHI dalam menjalankan peran tersebut.


Perayaan milad ke-24 ditutup dengan prosesi penyerahan bendera YHMCHI dari H.A. Nurawi kepada Ustadz Hasan Basri sebagai simbol estafet kepemimpinan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar Masjid Cheng Hoo dan YHMCHI semakin berkembang serta terus membawa manfaat bagi masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya.

Pages