LOMBOK TIMUR – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 21 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan pengolahan limbah pertanian menjadi biochar berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) di kawasan transmigrasi Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dipimpin Grasianto MSc PhD, tim memanfaatkan limbah biomassa seperti tongkol jagung, sekam padi, dan batang tembakau melalui proses pirolisis atau pemanasan dengan oksigen terbatas. Biochar yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pembenah tanah sekaligus menjadi alternatif pengelolaan limbah pertanian yang lebih produktif. Uji coba pengolahan tongkol jagung dan sekam padi membutuhkan waktu sekitar 3–4 jam dengan suhu 200–250 derajat Celsius.
Selain menguji dan menyempurnakan proses produksi untuk menjaga kualitas biochar, tim ITS juga memberikan pelatihan, pendampingan, serta modul pengolahan agar masyarakat mampu mengoperasikan alat secara mandiri. Tim turut menyusun kajian pemanfaatan limbah, strategi pengembangan usaha, dan pemasaran untuk membuka peluang ekonomi bagi warga. Keberlanjutan program diperkuat melalui kerja sama dengan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Penyuluhan Pertanian Kecamatan Suela yang diharapkan dapat melanjutkan pendampingan dan evaluasi kelompok tani. Inovasi ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, tujuan ke-9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, serta tujuan ke-17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
