Sekolah Tiga Bahasa Khaiming Meriahkan Festival Pertengahan Musim Gugur Gelar Seni dan Budaya - BERITA7TERKINI

BERITA7TERKINI

•A Part of Berita7.online•

Sabtu, 03 Oktober 2026

Sekolah Tiga Bahasa Khaiming Meriahkan Festival Pertengahan Musim Gugur Gelar Seni dan Budaya



SURABAYA – Sekolah Tiga Bahasa Khaiming menggelar Festival Pertengahan Musim Gugur dengan meriah di aula lantai 4 sekolah, Jumat (2/10/2026) pukul 16.00 WIB. Kegiatan diisi beragam pertunjukan seni dan budaya Tiongkok yang dibawakan para siswa dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.


Festival tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Tionghoa Surabaya yang memberikan dukungan terhadap perkembangan Sekolah Tiga Bahasa Khaiming. Ketua Yayasan Khayming Harapan Bangsa, Bapak Sugijanto Tjandra dan Ibu Lilian Sutanto selaku pengurus, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, alumni, orang tua, guru, serta siswa yang hadir.


Kepala Departemen Bahasa Mandarin Sekolah Tiga Bahasa Khaiming, Miss Tan Wei, dalam sambutannya mengatakan Festival Pertengahan Musim Gugur menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan siswa terhadap bahasa dan budaya Tiongkok.




Ia menjelaskan, Sekolah Tiga Bahasa Khaiming berdiri di atas kampus modern seluas sekitar 10.000 meter persegi dengan luas bangunan lebih dari 12.000 meter persegi. Sekolah memiliki 57 ruang kelas, lima lift, fasilitas olahraga dalam dan luar ruangan, kolam renang, studio tari, ruang kaligrafi, ruang teh, serta berbagai fasilitas pendukung pembelajaran lainnya.


Menurut Miss Tan Wei, kualitas pendidikan juga ditunjukkan dengan telah diperolehnya lisensi A-level dari Kementerian Pendidikan Indonesia untuk jenjang kelompok bermain dan taman kanak-kanak.


Dalam pembelajaran bahasa, Khaiming menerapkan sistem hari bahasa. Senin dan Selasa menjadi hari bahasa Inggris, sedangkan Rabu hingga Jumat digunakan sebagai hari bahasa Mandarin. Sistem tersebut dirancang agar siswa terbiasa menggunakan dan berpindah bahasa secara alami dalam lingkungan belajar yang terstruktur.


Pendidikan bahasa Mandarin juga diperkuat melalui kegiatan pagi yang disesuaikan dengan usia siswa. Kegiatan tersebut meliputi lagu anak-anak, cerita tradisional Tiongkok seperti kisah Kong Rong Membagikan Buah Pir dan Sima Guang Memecahkan Guci, serta berbagai aktivitas yang dirancang untuk menumbuhkan minat siswa terhadap bahasa Mandarin.


Selain pembelajaran di kelas, siswa mendapatkan kesempatan mengenal budaya Tiongkok melalui berbagai kegiatan minat, seperti seni bela diri, tari tradisional Tiongkok, Di Zi Gui, teater cerita, kerajinan tangan, kaligrafi dan kegiatan seni lainnya.


“Sebagai Kepala Departemen Bahasa Mandarin, saya akan memimpin seluruh guru untuk terus mengoptimalkan kegiatan pagi, memperkaya kegiatan ekstrakurikuler, meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memperdalam kurikulum budaya,” ujar Miss Tan Wei.


Ia menambahkan, pendidikan di Kaiming tidak hanya diarahkan pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Para siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki rasa hormat, rasa syukur, impian, serta keberanian untuk mengejar cita-cita.


Sementara itu, Direktur Pendidikan Sekolah Tiga Bahasa Khaiming, Ibu Octiva, mengatakan sekolah berkomitmen memberikan pendidikan yang mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan.


“Fokus kami tidak hanya pada kemampuan akademik, tetapi juga pendidikan moral, pembentukan karakter, tanggung jawab dan kemandirian anak-anak,” katanya.


Komitmen tersebut, lanjut Ibu Octiva, didukung fasilitas pembelajaran yang memadai, manajemen profesional, tenaga pendidik yang berdedikasi, serta beragam kegiatan ekstrakurikuler yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sesuai bakat dan minat masing-masing.


Ia bersyukur kepercayaan orang tua terhadap sekolah terus bertumbuh yang salah satunya tercermin dari meningkatnya jumlah siswa. Pertumbuhan tersebut, menurutnya, bukan sekadar pencapaian, tetapi juga menjadi amanah bagi sekolah untuk terus memberikan pendidikan dan pelayanan terbaik.


“Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami. Kami juga menyambut dengan hangat orang tua yang sedang mempertimbangkan untuk bergabung dan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan putra-putrinya di Kaiming,” ujarnya.


Wakil Ketua Yayasan Harapan Bangsa Khaiming, Bapak Huang Hongfu, mengatakan Festival Pertengahan Musim Gugur merupakan momentum penting untuk memperkenalkan dan meneruskan nilai-nilai budaya Tiongkok kepada generasi muda.


“Festival Pertengahan Musim Gugur adalah festival penting dalam budaya Tiongkok yang melambangkan persatuan dan harapan akan masa depan yang cerah,” katanya.


Menurutnya, pendidikan bahasa Mandarin menjadi salah satu kekuatan Kaiming sekaligus jembatan yang menghubungkan masyarakat Indonesia dan Tiongkok.


Tiongkok dan Indonesia, kata Bapak Huang Hongfu, memang dipisahkan oleh laut, tetapi memiliki sejarah persahabatan yang panjang. Karena itu, pendidikan bahasa Mandarin dinilai memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.


Yayasan Harapan Bangsa Khaiming, lanjut dia, akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan bahasa Mandarin melalui peningkatan kualitas guru, penyediaan materi pembelajaran dan kegiatan pertukaran budaya.


“Kami berharap bahasa Mandarin menjadi jembatan bagi siswa Khaiming untuk mengenal dunia dan Kaiming dapat menjadi bagian dari kerja sama pendidikan Indonesia-Tiongkok,” katanya.


Semarak Festival Pertengahan Musim Gugur semakin terasa melalui penampilan para siswa. Anak-anak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama tampil membawakan lagu, tari tradisional Tiongkok, permainan musik drum, musik guzheng, serta pertunjukan lainnya.


Salah satu rangkaian yang menarik perhatian adalah upacara minum teh sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua. Para siswa juga menampilkan kemampuan kaligrafi dan mengikuti berbagai permainan yang telah disiapkan pihak sekolah.


Kegiatan semakin meriah dengan pemberian penghargaan dan hadiah kepada kelas kelompok bermain dan taman kanak-kanak yang berhasil meraih juara dalam lomba menyanyi dan menari. Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah orang tua sebagai bentuk apresiasi atas dukungan mereka terhadap proses pendidikan anak.


Acara kemudian ditutup dengan makan malam bersama. Para tamu, alumni, guru, orang tua dan siswa menikmati beragam hidangan dalam suasana penuh keakraban.


Melalui Festival Pertengahan Musim Gugur tersebut, Sekolah Tiga Bahasa Kaiming tidak hanya menghadirkan hiburan bagi siswa dan orang tua, tetapi juga menjadikan momentum kebersamaan sebagai sarana memperkenalkan bahasa, seni, tradisidan nilai-nilai budaya Tiongkok kepada generasi muda.

Pages