![]() |
JAKARTA – Konektivitas penerbangan antara Taiwan dan Indonesia semakin terbuka setelah STARLUX Airlines resmi mengoperasikan rute langsung Taipei–Denpasar mulai 1 Oktober 2026. Pembukaan rute ini mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata karena dinilai dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan asal Taiwan ke Indonesia.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan penerbangan langsung dari Taiwan ke Bali telah lama dinantikan. Menurutnya, konektivitas udara menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas akses wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing destinasi Indonesia.
Penerbangan perdana STARLUX berangkat dari Bandar Udara Internasional Taoyuan, Taipei, pada pukul 10.10 waktu setempat dan tiba di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, pukul 15.40 WITA. Pesawat yang digunakan memiliki kapasitas 188 penumpang.
Setibanya di Bali, para penumpang mendapat sambutan dan suvenir khas Wonderful Indonesia. Penerbangan ini menjadi bagian dari ekspansi layanan STARLUX di Indonesia setelah sebelumnya maskapai tersebut membuka rute Taipei–Jakarta pada 2024.
Kehadiran rute baru tersebut juga sejalan dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan Taiwan. Kementerian Pariwisata mencatat sebanyak 130.421 kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026. Jumlah itu meningkat 7,74 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 121.049 kunjungan.
Rute Taipei–Denpasar pulang-pergi beroperasi lima kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Penerbangan JX765 berangkat dari Taipei pukul 10.10 dan tiba di Denpasar pukul 15.40. Sedangkan penerbangan JX766 dari Denpasar berangkat pukul 17.20 dan tiba di Taipei pukul 22.50 waktu setempat.
Ni Made Ayu Marthini mengatakan bertambahnya konektivitas internasional diharapkan tidak hanya meningkatkan arus wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi destinasi dan masyarakat.
“Ekspansi penerbangan STARLUX Airlines ke Bali diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan Taiwan dan wisatawan mancanegara lainnya ke Indonesia secara berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, Taiwan merupakan salah satu pasar potensial dengan minat terhadap beragam produk wisata Indonesia, termasuk wisata alam, wellness, bahari, dan gastronomi.
Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei Arif Sulistiyo menambahkan, penerbangan langsung Taipei–Denpasar berpotensi memperkuat posisi Bali sebagai pintu masuk wisatawan Taiwan untuk menjelajahi berbagai destinasi lain di Indonesia.
Selain pariwisata, konektivitas tersebut juga dinilai dapat memberikan efek berganda bagi sektor ekonomi kreatif, perhotelan, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah lokal.
Arif berharap pembukaan rute Taipei–Bali menjadi momentum untuk mempererat kerja sama Indonesia dan Taiwan di bidang penerbangan dan pariwisata sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya, kuliner, kreativitas, serta keberagaman Indonesia kepada masyarakat Taiwan. (Foto: Kemenpar)
