Penjurian Lomba Foto Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026 berlangsung di Parigie Coffee & Pastry Samator Surabaya, Kamis (4/6/2026). Ajang ini menjadi puncak dari rangkaian dokumentasi perjalanan spiritual lintas provinsi yang diikuti lebih dari 50 bhikkhu dari Indonesia, Thailand, Laos, Malaysia, dan Singapura.
Indonesia Walk for Peace 2026 merupakan perjalanan spiritual (thudong) sejauh sekitar 666 kilometer yang mengusung pesan persatuan, toleransi lintas agama, dan perdamaian dunia menjelang Hari Raya Waisak. Perjalanan dimulai dari Brahmavihara-Arama, Bali, pada 7 Mei 2026 dan berakhir di Candi Borobudur pada 28–30 Mei 2026 untuk mengikuti perayaan Waisak.
Sepanjang perjalanan melintasi Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Yogyakarta, para bhikkhu mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga dari berbagai latar belakang agama dan budaya turut menunjukkan semangat toleransi dengan membagikan makanan, minuman, serta memberikan dukungan kepada para peserta thudong.
Penjurian lomba foto menghadirkan lima fotografer dan pegiat fotografi sebagai dewan juri, yakni Rasmono Sudarjo, Denny D'colo, Beky Subechi, Yuska Harimurti Pribadi, dan Ghani Gozali. Hadir pula Tosin dan Aditya dari panitia penyelenggara.
Aditya menjelaskan bahwa lomba foto ini tidak sekadar mencari karya terbaik, tetapi juga menjadi media untuk menyebarkan pesan perdamaian melalui visual.
"Melalui foto-foto yang diabadikan peserta, pesan damai dari perjalanan para bhikkhu dapat tersampaikan kepada masyarakat luas. Lima juri akan memilih 20 finalis dari ratusan karya yang masuk. Foto-foto terbaik nantinya akan menjadi dokumentasi dan monumen visual yang akan terus mengingatkan publik tentang Indonesia Walk for Peace 2026," ujarnya.
Sementara itu, Denny D'colo mengungkapkan bahwa karya yang dinilai berasal dari berbagai daerah yang dilalui peserta thudong, mulai dari Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Yogyakarta.
"Setiap juri memilih tujuh karya terbaik. Dari 20 finalis yang terpilih, akan ditentukan satu foto terbaik sebagai juara utama. Selain itu, akan ada penghargaan khusus pilihan Instagram berdasarkan jumlah 'like' terbanyak. Pemenangnya akan diumumkan melalui akun Instagram resmi Indonesia Walk for Peace pada 8 Juni 2026," jelas Denny.
Rasmono Sudarjo menilai antusiasme masyarakat terhadap kegiatan IWFP sangat tinggi dan terekam dengan baik dalam karya-karya peserta.
"Hampir semua foto menunjukkan sambutan masyarakat yang luar biasa. Banyak karya yang menampilkan semangat toleransi, kebersamaan, dan dukungan warga terhadap perjalanan para bhikkhu," katanya.
Senada dengan itu, Yuska Harimurti Pribadi melihat lomba foto ini sebagai ruang kreatif untuk menyebarkan nilai-nilai positif kepada masyarakat.
"Fotografi menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan toleransi. Seluruh karya yang masuk menceritakan perjumpaan para bhikkhu dengan warga di sepanjang perjalanan, yang mencerminkan karakter bangsa Indonesia yang ramah dan menghargai keberagaman," ujarnya.
Beky Subechi menambahkan bahwa dokumentasi visual dalam lomba ini tidak hanya merekam perjalanan ritual para bhikkhu, tetapi juga menangkap nilai-nilai kemanusiaan yang muncul selama perjalanan berlangsung.
"Karya-karya peserta memperlihatkan solidaritas, kepedulian, dan sisi kemanusiaan yang kuat. Itulah esensi utama pesan visual yang berhasil disampaikan melalui foto-foto Indonesia Walk for Peace 2026," tutur Beky.
Melalui lomba foto ini, semangat perdamaian, toleransi, dan persaudaraan yang menjadi ruh Indonesia Walk for Peace 2026 diharapkan dapat terus menginspirasi masyarakat Indonesia melalui kekuatan gambar dan cerita yang tersimpan di balik setiap bingkai foto. (Red)
