SURABAYA – Sekolah Tiga Bahasa Khayming Surabaya menggelar perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur sekaligus reuni bersama, Jumat (2/10/2026). Kegiatan yang melibatkan siswa, guru, orang tua, alumni, dan pengurus sekolah tersebut berlangsung dalam suasana meriah dan penuh kebersamaan.
Perayaan digelar dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB dan diikuti siswa kelompok bermain (playgroup) serta taman kanak-kanak (TK). Sementara perayaan sesi kedua dimulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.
Pada sesi pertama, para siswa mendapat kesempatan tampil di atas panggung dengan membawakan beragam pertunjukan. Penampilan mereka dinilai oleh para guru sekaligus menjadi ajang bagi anak-anak untuk menunjukkan keberanian dan kemampuan di depan orang tua.
Mewakili Sekolah Khayming, Ibu Lilian Sutanto, mengatakan Festival Pertengahan Musim Gugur menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan keharmonisan keluarga maupun lingkungan sekolah.
Ia menjelaskan, Sekolah Tiga Bahasa Khayming tidak hanya memperhatikan perkembangan kemampuan anak, tetapi juga mengenalkan budaya tradisional Tiongkok melalui kegiatan pembelajaran dan berbagai aktivitas sekolah.
"Festival Musim Gugur melambangkan kebersamaan, keharmonisan, dan harapan akan hal-hal yang baik," ujar Ibu Lilian Sutanto.
Menurutnya, sekolah terus melakukan pengembangan kurikulum dan meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Hal tersebut didukung tenaga pengajar yang memberikan perhatian terhadap kebutuhan dan perkembangan setiap anak.
Sementara itu, guru yang ditugaskan dari Tiongkok, Laoshi Zhao Gao Feng, mengungkapkan bahwa keberanian anak-anak untuk tampil di depan umum merupakan salah satu perkembangan yang terlihat selama mereka mengikuti pendidikan di Khayming.
Ia mengenang kondisi sebagian siswa ketika pertama kali masuk sekolah. Ada anak yang masih menangis dan sulit berpisah dari orang tua, bahkan belum berani melakukan beberapa kegiatan sederhana secara mandiri.
Seiring berjalannya waktu, anak-anak mulai lebih percaya diri. Mereka berani membaca puisi, bernyanyi, menari, serta tampil di hadapan banyak orang.
Laoshi Zhao Gao Feng mengatakan, suasana belajar yang nyaman menjadi salah satu hal yang terus dibangun para guru. Anak-anak diajak belajar melalui kegiatan yang menyenangkan sehingga mereka dapat berkomunikasi dan mengekspresikan diri secara lebih leluasa.
"Anak-anak kita belajar dengan gembira dan tumbuh dengan tenang di Khayming. Kami berharap sekolah ini benar-benar dapat menjadi tempat yang dipercaya oleh para orang tua untuk mendampingi tumbuh kembang anak-anak," katanya.
Sebagai sekolah tiga bahasa, Khayming membiasakan siswa menggunakan lingkungan belajar yang melibatkan bahasa Indonesia, Mandarin, dan bahasa lainnya dalam aktivitas sehari-hari. Pembelajaran juga dikemas melalui lagu, puisi, permainan, olahraga, seni, dan kerajinan tangan.
Laoshi Zhao Gao Feng juga menyoroti pentingnya hubungan antara sekolah dan keluarga. Menurutnya, guru dan orang tua perlu saling mendukung agar proses pendampingan anak dapat berjalan dengan baik.
"Di Khayming, kami memegang prinsip bahwa tidak ada orang tua yang sempurna dan tidak ada guru yang sempurna. Namun, kita dapat menjadi pasangan yang saling melengkapi dalam mendidik anak," ujarnya.
Setelah penampilan dan penilaian, acara dilanjutkan dengan berbagai permainan. Anak-anak mengikuti sejumlah permainan, antara lain bermain bola, membawa bola di atas baki, memasukkan gelang, hingga permainan memancing.
Para guru turut menutup rangkaian acara dengan bernyanyi bersama dalam suasana penuh kebersamaan.
Kegiatan semakin semarak dengan pembagian bingkisan dari pihak sekolah. Anak-anak menerima hadiah dengan antusias sebelum acara dilanjutkan ke sesi berikutnya pada sore hari.
Perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur tersebut menjadi kesempatan bagi keluarga besar Sekolah Tiga Bahasa Khayming untuk berkumpul sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak mengenal tradisi, membangun keberanian, dan menikmati kebersamaan bersama teman, guru, serta keluarga. (Red)
