Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ma Chung tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung terjun ke dunia usaha melalui Entrepreneur Fair (Efair) 2026. Acara ini digelar di Rooftop Malang Town Square (Matos) pada 20–21 Juni 2026 dengan tema “Innovate to Elevate”.
Efair 2026 menjadi puncak pembelajaran kewirausahaan mahasiswa Program Studi International Business Management dan Digital Business Accounting. Melalui berbagai booth, mahasiswa memasarkan produk sekaligus menguji kemampuan bisnis mereka secara nyata.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Wawan Eko Yulianto, Ph.D., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ajang praktik langsung bagi mahasiswa dalam berwirausaha, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah.
Sementara itu, dosen pendamping Dr. Felik Sad Windu Wisnu Broto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum. Mahasiswa dibekali pembelajaran bisnis hingga enam semester, didukung mentor dan inkubator bisnis untuk mengembangkan usaha mereka.
Ketua pelaksana Cladious Owen menyebut persiapan acara dilakukan secara intens, mulai dari kurasi produk hingga kerja sama dengan pihak eksternal. Tema yang diusung menekankan pentingnya inovasi dalam menghadapi persaingan bisnis.
Produk yang ditampilkan pun beragam, mulai dari kuliner kekinian hingga produk kreatif seperti parfum dan pengharum ruangan, dengan konsep praktis dan terjangkau.
Tak hanya pameran bisnis, Efair 2026 juga menghadirkan hiburan seperti talk show bersama influencer Gilang Herlambang, cosplay, turnamen Mobile Legends, serta live music.
Koordinator dosen pendamping Teofilus Karnalim mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai keberhasilan acara ini menjadi bukti sinergi antara dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Ma Chung menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha, kreatif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan.
