SURABAYA – Lebih dari 600 anggota keluarga besar Perkumpulan Sosial Karya Surya Harapan Kesejahteraan (KSHK) atau Kong Siau Hwee Kwan (泗水广肇会馆) berkumpul dalam suasana penuh kehangatan pada perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur atau Mooncake Festival di Restoran Tristar Surabaya, Minggu (4/10/2026).
Tidak sekadar menikmati kue bulan dan rangkaian hiburan, perayaan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antaranggota sekaligus mempertemukan generasi muda dengan para senior dalam suasana kekeluargaan.
Ketua KSHK, Chandra Wurianto Woo, mengatakan Festival Pertengahan Musim Gugur merupakan kegiatan rutin yang selalu dinantikan keluarga besar KSHK. Tahun ini, pelaksanaannya mendapat peran lebih besar dari generasi muda.
“Mooncake Festival ini dirayakan untuk menyatukan seluruh keluarga dalam kebahagiaan. Kegiatan kali ini diselenggarakan oleh muda-mudi KSHK,” ujar Chandra.
Ketua Panitia, Wanto Tandya, menjelaskan Festival Pertengahan Musim Gugur atau Zhongqiu Jie memiliki makna kuat tentang persatuan dan reuni keluarga. Tradisi tersebut menjadi kesempatan bagi orang tua, saudara, dan kerabat untuk berkumpul, menikmati hidangan bersama, serta saling mendoakan.
Menurut Wanto, bentuk bulat kue bulan melambangkan kesempurnaan dan keutuhan keluarga. Sementara bulan purnama yang menjadi salah satu simbol utama festival dimaknai sebagai harapan akan keberuntungan, kedamaian, kesehatan, dan keseimbangan dalam kehidupan.
“Yang paling penting adalah kebersamaan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilestarikan, terutama agar muda-mudi KSHK semakin guyub,” katanya.
Ia menilai keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi dan nilai-nilai budaya. Melalui kegiatan bersama, generasi muda dapat lebih dekat dengan para senior, mengenal perjalanan organisasi, sekaligus membangun hubungan antargenerasi.
“Harapannya, muda-mudi KSHK bisa terus kompak, mengenal para senior, dan bersama-sama memajukan KSHK,” tambah Wanto.
Perwakilan muda-mudi KSHK, Jackson Choenwandy, mengatakan generasi muda tidak hanya mengambil bagian dalam kegiatan budaya dan kekeluargaan, tetapi juga aktif mendukung berbagai kegiatan sosial yang dijalankan organisasi.
“Kami juga memiliki kegiatan rutin untuk menyukseskan perkumpulan, salah satunya kegiatan bakti sosial. Semoga muda-mudi KSHK selalu kompak dan bisa terus berkontribusi,” ujar Jackson.
Rangkaian acara berlangsung semarak. Paduan suara KSHK tampil menghibur para hadirin, dilanjutkan penampilan menyanyi solo, trio, hingga grup. Para anggota juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbincang, berbagi pengalaman, dan menikmati suasana bersama keluarga.
Perayaan tahun ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan regenerasi organisasi. Generasi muda-mudi KSHK nantinya akan dikukuhkan untuk mengambil peran lebih besar dalam menyongsong perkembangan organisasi menuju era 2035.
Wanto menegaskan bahwa regenerasi bukan hanya soal pergantian kepengurusan, tetapi juga memastikan nilai kebersamaan dan budaya tetap dikenal serta diteruskan oleh generasi berikutnya di tengah derasnya pengaruh budaya modern dan asing.
Sebagai penutup, panitia membagikan kue bulan kepada seluruh hadirin. Sajian khas Festival Pertengahan Musim Gugur itu menjadi simbol kebersamaan yang diharapkan terus terjaga di lingkungan keluarga besar KSHK.
Bagi KSHK, perayaan tersebut menjadi pengingat bahwa tradisi tidak hanya hidup melalui sebuah perayaan, tetapi juga melalui hubungan yang terus terjalin antara keluarga, generasi muda, dan para senior.
