SURABAYA — Semangat olahraga dan persahabatan lintas negara mewarnai penutupan Cheng Hoo Cup 2 Surabaya International Veteran Table Tennis Championship di Gedung Olahraga CLS Kertajaya, Surabaya, Minggu (6/9/2026). Turnamen tenis meja internasional yang berlangsung sejak 4 September tersebut diikuti sekitar 300 atlet veteran dari enam negara, yakni Indonesia, Tiongkok, Jepang, Kamboja, Thailand, dan Australia.
Ajang yang diselenggarakan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia dan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia itu tidak sekadar menjadi arena perebutan gelar juara. Turnamen juga menjadi ruang bagi para atlet veteran untuk kembali menunjukkan semangat kompetitif, menjaga kebugaran, sekaligus mempererat persahabatan melalui olahraga.
Ketua Panitia sekaligus Dewan Pengawas Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia, Sutiono Adi Tjandra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran turnamen.
“Turnamen ini semuanya berjalan lancar dan tidak ada halangan apa pun. Semoga tiga tahun mendatang kita bisa mengadakan lagi dengan peserta yang lebih banyak dan negara yang lebih banyak,” ujar Sutiono.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur, Drs. Muhammad Nabil, M.Si. Menurutnya, kehadiran ratusan atlet veteran dalam turnamen internasional tersebut merupakan sesuatu yang patut diapresiasi karena mampu memasyarakatkan olahraga, khususnya tenis meja.
Ia berharap Cheng Hoo Cup tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi dapat menjadi salah satu sarana untuk menemukan dan merekrut bibit-bibit atlet baru. Kehadiran para atlet senior dari berbagai daerah dan negara, menurutnya, menunjukkan bahwa olahraga dapat terus dilakukan dan dikembangkan tanpa batas usia.
“Tidak gampang menghasilkan senior-senior yang masih mau mengikuti sebuah event selama beberapa hari. Kegiatan ini sudah membangun sebuah konstruksi olahraga dan memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk ikut, terlebih ada beberapa negara dari luar negeri yang berpartisipasi,” kata Muhammad Nabil.
Semangat yang sama dirasakan Nattapon Chirawatanakerd, atlet veteran asal Thailand. Ia mengaku sangat bahagia dapat menjadi bagian dari Cheng Hoo Cup 2 dan berharap dapat kembali berpartisipasi pada penyelenggaraan berikutnya.
“Saya sangat bahagia mengikuti turnamen ini. Semoga tiga tahun lagi saya bisa ikut kembali,” ujarnya.
Kebahagiaan juga dirasakan Ismu Harinto yang berhasil menjadi juara pertama Tunggal Veteran Putra kelompok usia 50–59 tahun. Baginya, Cheng Hoo Cup 2 menjadi wadah penting bagi para atlet veteran untuk tetap berprestasi dan merasakan atmosfer pertandingan internasional.
“Cheng Hoo Cup 2 menjadi wadah bagi atlet veteran untuk terus berprestasi di turnamen internasional,” ungkap Ismu.
Sementara itu, HMY Bambang Sujanto, pendiri Masjid Cheng Hoo Surabaya, turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh atlet, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sponsor, panitia, serta semua pihak yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.
Ketua Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia, H.A. Nurawi, juga memberikan apresiasi terhadap kerja keras seluruh panitia dan pihak yang terlibat. Menurutnya, keberhasilan turnamen merupakan hasil kerja bersama yang perlu terus dijaga untuk penyelenggaraan di masa mendatang.
Rangkaian penutupan diawali dengan pertandingan final dari seluruh kategori yang dipertandingkan. Setelah seluruh pertandingan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa penutup yang dipimpin oleh Ustadz Hasan Basri. Turnamen kemudian secara resmi ditutup oleh Ketua Panitia, Sutiono Adi Tjandra.
Para Juara Cheng Hoo Cup 2
Tunggal Veteran Putra Usia 40–49 Tahun
Juara 1: Fan Gualiang (NSM Thailand)
Juara 2: Rudy Wicaksono (HCIYS)
Juara 3: Donald Jechson Paleba (HCWS Surabaya)
Tunggal Veteran Putra Usia 50–59 Tahun
Juara 1: Ismu Harinto (Putra Tunggal)
Juara 2: Song Zhiqiang (NSM Thailand)
Juara 3: Momon Afrimon (Trimitra Sidoarjo)
Tunggal Veteran Putra Usia 60–80 Tahun
Juara 1: Zeng Hao (NSM Thailand)
Juara 2: Teuku Kelanaria (SMC Samarinda)
Juara 3: Moh Ali Iqbal (Trimitra Sidoarjo)
Tunggal Veteran Putri Usia 45–64 Tahun
Juara 1: Nuni Sugiani (Trimitra Sidoarjo)
Juara 2: Ratna (NH Bandung)
Juara 3: Lieng-Lieng Agustin Yu Aing (Vasa)
Tunggal Veteran Putri Usia 65–80 Tahun
Juara 1: Memeyati 200
Juara 2: Ru Chen (Green Manston 100)
Juara 3: Swie Stang (HolyS 75)
Beregu
Juara 1: NSM Thailand
Juara 2: Putra Tunggal
Juara 3: Trimitra Sidoarjo
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik perusahaan, yayasan, komunitas, maupun perorangan, di antaranya Kapal Api, Mama Noor, Maspion Group, Vasa Hotel, Satoria Group, AMP, Kerupuk Bocah Tua, H. Fauzan Adjie Chendra, HWT Heru Budihartono, Hafas, Hamba Allah, New Pelabuhan, Kita Group, Trekkers, Dian Istana, Oppo, Apollo Gadget Store, Syuga, Shantos Romeo, Edwin Suryalaksana, Double Lions, PT Matahari Sakti, Yamaha, Tjiwi Kimia, Yayasan Adi Jasa, Mintarso Hidayat Lim, National Hospital, Bogasari, Adikarya Sukses Engineering, Nippo, Keluarga FT, Danamon, Cascow, Asta Sport, Zhongwang, PT Surya Griya Mapan, Hasan Opek, Cargo System, dan Xie Ming Kie.
Berakhirnya Cheng Hoo Cup 2 bukan sekadar menandai selesainya pertandingan. Lebih dari itu, turnamen ini memperlihatkan bahwa semangat berolahraga, berkompetisi, dan menjalin persahabatan tidak mengenal batas usia maupun negara. Para atlet veteran membuktikan bahwa usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk terus bergerak dan berprestasi tetap dapat menyala. (Red)
