Budiman menilai, pertandingan yang mempertemukan atlet dari berbagai negara tersebut memberikan dampak positif yang lebih luas. Para peserta tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga memiliki kesempatan mengenal Surabaya, menikmati kuliner, mengunjungi tempat bersejarah, serta melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi wisata di Jawa Timur.
“Turnamen tingkat dunia seperti ini bisa mengangkat wisata di Surabaya khususnya dan Jawa Timur pada umumnya. Para atlet dari berbagai negara bisa mengunjungi berbagai tempat wisata di sini,” katanya.
Menurut Budiman, konsep sport tourism seperti Cheng Hoo Cup dapat terus dikembangkan. Kehadiran atlet, pendamping, panitia, maupun keluarga peserta dari luar daerah dan luar negeri berpotensi memberikan dampak bagi berbagai sektor, mulai dari transportasi, hotel, kuliner, hingga usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.
Selain memberikan manfaat bagi pariwisata, Budiman juga mengapresiasi semangat para atlet veteran yang tetap aktif berkompetisi di usia 40, 50, hingga 60 tahun. Ia menyebut mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan olahraga, tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi muda.
“Ini sangat bagus bagi perkembangan atlet veteran yang menginspirasi atlet muda Indonesia maupun dunia,” ungkapnya.
Cheng Hoo Cup 2 Surabaya International Veteran Table Tennis Championship berlangsung pada 4–6 September 2026 di Gedung Olahraga CLS Kertajaya, Surabaya. Sebanyak 300 atlet veteran dari enam negara, yakni Indonesia, Tiongkok, Jepang, Kamboja, Thailand, dan Australia, ambil bagian dalam turnamen tersebut.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia dan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia.
Ketua Panitia sekaligus Dewan Pengawas Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia, Sutiono Adi Tjandra, mengatakan Cheng Hoo Cup tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua. Pada edisi pertama tiga tahun lalu, turnamen diikuti sekitar 150 peserta. Jumlah tersebut meningkat menjadi 300 atlet pada penyelenggaraan tahun ini.
“Tujuan kami selain mengharumkan nama Cheng Hoo di kancah nasional dan internasional, juga mempererat silaturahmi antar-atlet. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian hari jadi Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia dan bentuk kontribusi terhadap perkembangan tenis meja Indonesia,” ujar Sutiono.
Cheng Hoo Cup 2 mempertandingkan sejumlah kategori, di antaranya tunggal putra dan putri usia 40, 50, dan 60 tahun serta beregu putra. Panitia menyediakan hadiah hingga 1.200 dolar Amerika Serikat untuk kategori beregu putra dan hingga 800 dolar Amerika Serikat untuk kategori tunggal putra dan putri.
Dengan jumlah peserta yang terus bertambah, Cheng Hoo Cup dinilai bukan hanya berpotensi menjadi agenda olahraga internasional yang berkelanjutan, tetapi juga dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan Surabaya dan Jawa Timur sebagai destinasi sport tourism kepada masyarakat internasional.

