KSHK Surabaya Lestarikan Tradisi Hari Bakcang, Perkuat Nilai Kebersamaan dan Penghormatan Leluhur - BERITA7TERKINI

BERITA7TERKINI

Aktual Tanpa Jeda

Senin, 22 Juni 2026

KSHK Surabaya Lestarikan Tradisi Hari Bakcang, Perkuat Nilai Kebersamaan dan Penghormatan Leluhur

 


Perayaan Hari Bakcang (Duan Wu Jie) kembali berlangsung penuh makna di tengah komunitas Tionghoa Surabaya. Salah satu organisasi yang turut menjaga kelestarian tradisi tersebut adalah Perkumpulan Sosial Karya Surya Harapan Kesejahteraan (KSHK) atau Kong Siau Hwee Kwan, menggelar sembahyang bakcangan di Gedung KSHK Jl. Bongkaran no 63, Surabaya, Minggu (21/6/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WIB ini berlangsung khidmat diikuti para pengurus KSHK. Perayaan tersebut menjadi momentum untuk mengenang leluhur sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan pengurus.


Ketua KSHK, Chandra Wurianto Woo, mengatakan sembahyang bakcangan merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur maupun keluarga yang telah berpulang. “Setelah sembahyang, kami bersama-sama menikmati hidangan bakcang sebagai wujud kebersamaan dan rasa syukur,” ujarnya.


Chandra menambahkan, tradisi Hari Bakcang harus diperkenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami sejarah, filosofi, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Menurutnya, pelestarian tradisi bukan hanya menjaga sebuah ritual, tetapi juga meneruskan nilai penghormatan, kebersamaan, dan kepedulian kepada generasi berikutnya.


Usai rangkaian sembahyang, para pengurus KSHK yang hadir menikmati hidangan bakcang dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. 


Hari Bakcang atau Duan Wu Jie berakar dari kisah Qu Yuan, penyair dan negarawan Tiongkok kuno yang hidup pada masa Negara-Negara Berperang sekitar 475–221 SM. Tradisi membuat dan menyantap bakcang, yakni ketan berisi daging atau isian lain yang dibungkus daun, menjadi bentuk penghormatan atas nilai kesetiaan dan pengorbanan Qu Yuan.


Melalui perayaan ini, KSHK tidak hanya mempertahankan warisan budaya Tionghoa, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan yang memperkuat nilai kekeluargaan, penghormatan kepada leluhur, dan solidaritas dalam kehidupan masyarakat Surabaya. (Red)

Pages