![]() |
SURABAYA – Yayasan Margo Utomo (东爪哇延陵吴氏宗亲会) bersama Guangzhou Dongfang Cancer Hospital (广州东方肿瘤医院) menggelar seminar kesehatan bertema “Teknologi Terdepan dalam Pengobatan Tumor” (肿瘤治疗前沿技术讲座), pada Jumat (9/10/2026).
Seminar yang berlangsung di Gedung Yayasan Margo Utomo, Ruko Sentra Fortuna, Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 39, Kav. 39 - 51, Surabaya, menghadirkan Manager Li Hu (李虎经理) dan Direktur rumah sakit, dr. Peng Xiao Chi (彭晓赤), sebagai narasumber utama.
Dalam seminar tersebut, Peng Xiao Chi memaparkan perkembangan teknologi pengobatan kanker dan tumor, termasuk pendekatan medis yang dikembangkan rumah sakitnya untuk menangani pasien dengan berbagai jenis kanker.
Ia menjelaskan, Guangzhou Dongfang Hospital merupakan rumah sakit yang berfokus pada penanganan kanker dan tumor di Guangzhou, Tiongkok. Dengan pengalaman operasional lebih dari 20 tahun, rumah sakit tersebut juga menjadi salah satu pilihan pengobatan bagi pasien dari luar negeri, termasuk Indonesia.
Peng Xiao Chi memaparkan sejumlah pendekatan pengobatan yang diterapkan, di antaranya teknik minimal invasif, kombinasi pengobatan modern dengan pengobatan tradisional Tiongkok, serta penanganan oleh tim dokter multidisiplin atau multidisciplinary team (MDT).
Teknik minimal invasif bertujuan mengurangi kerusakan jaringan sehat melalui prosedur dengan sayatan atau akses tindakan yang lebih kecil. Sementara itu, pendekatan kombinasi pengobatan Barat dan tradisional Tiongkok disebut sebagai salah satu metode yang digunakan untuk mendukung penanganan pasien, dengan penerapannya disesuaikan berdasarkan kondisi masing-masing.
Menurutnya, perkembangan teknologi medis membuka peluang penanganan yang lebih baik bagi pasien kanker, termasuk mereka yang menghadapi kondisi penyakit lanjut. Namun, hasil pengobatan dan prognosis tetap bergantung pada jenis kanker, stadium penyakit, kondisi pasien, serta respons terhadap terapi.
Dalam kesempatan itu, ia juga membagikan kisah seorang pensiunan guru asal Hong Kong yang didiagnosis menderita kanker payudara stadium IV dengan penyebaran ke bagian tubuh lain. Pasien tersebut dilaporkan menjalani pengobatan pada 2004 dan saat itu diperkirakan memiliki harapan hidup sekitar satu tahun.
Menurut kisah yang disampaikan dalam seminar, pasien tersebut masih hidup hingga kini dan dapat menikmati kehidupannya dengan berkeliling dunia. Kondisi penyakitnya juga disebut tidak menunjukkan penyebaran lebih lanjut. Pasien tersebut kini berusia sekitar 70 tahun.
Peng Xiao Chi mengangkat kisah itu untuk menggambarkan pentingnya penanganan medis dan perawatan berkelanjutan bagi pasien kanker. Meski demikian, pengalaman seorang pasien tidak dapat dijadikan gambaran hasil yang akan dialami seluruh pasien, mengingat respons terhadap pengobatan dapat berbeda-beda.
Selain penanganan medis, seminar tersebut turut menyoroti pentingnya menjaga kualitas hidup selama menjalani perawatan. Pola hidup sehat, termasuk aktivitas fisik sesuai kemampuan, konsumsi makanan bergizi dengan asupan protein dan vitamin yang cukup, tidur memadai, pengelolaan suasana hati, serta rekreasi, menjadi beberapa hal yang dibahas.
Mewakili pengurus Yayasan Margo Utomo selaku penyelenggara, Go Khian Gwan (吴建源) menyampaikan terima kasih kepada para hadirin, pengurus, dan pihak rumah sakit atas partisipasinya dalam kegiatan tersebut.
Ia menilai seminar kesehatan ini bermanfaat untuk memperluas wawasan masyarakat mengenai perkembangan teknologi pengobatan kanker dan tumor, sekaligus memberikan informasi mengenai baerbagai pilihan penanganan yang dapat dikonsultasikan dengan tenaga medis.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Margo Utomo berharap masyarakat semakin memahami perkembangan dunia medis dan pentingnya memperoleh informasi kesehatan yang tepat, terutama terkait pencegahan, deteksi dini, serta penanganan penyakit kanker. (Red)
