SURABAYA – Yayasan Sosial Budaya Surabaya Union Club kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan menyalurkan beasiswa dan bantuan pendidikan kepada 50 pelajar dan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Tak hanya memberikan dukungan finansial, yayasan juga membekali para penerima beasiswa dengan wawasan tentang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara kreatif dan bijak.
Penyerahan beasiswa periode Oktober 2026 tersebut berlangsung pada Minggu (18/10/2026) pagi di Restoran Dapur Cerme, Jalan Embong Cerme No. 35, Surabaya. Acara dihadiri Ketua Pembina Yayasan Alie Handojo, Ketua Penasihat Johanna, Ketua Yayasan Elisa Christiana, serta para pengurus yayasan.
Sebanyak 50 penerima beasiswa terdiri atas 12 siswa SMP yang masing-masing menerima Rp1,2 juta, 20 siswa SMA dengan bantuan Rp1,5 juta per orang, serta 18 mahasiswa yang masing-masing memperoleh Rp2 juta. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan sekaligus memotivasi mereka untuk terus berprestasi.
Ketua Yayasan Elisa Christiana mengatakan, program beasiswa merupakan bentuk komitmen Union Club dalam membantu generasi muda memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik. Pada kesempatan tersebut, yayasan juga menghadirkan narasumber untuk memberikan pemahaman mengenai manfaat, peluang, sekaligus tantangan penggunaan AI bagi pelajar dan mahasiswa.
“AI itu mau tidak mau harus diterima. Namun, para siswa yang menggunakannya harus lebih pintar dan kreatif,” tegas Elisa.
Menurutnya, perkembangan teknologi perlu disikapi dengan kesiapan untuk terus belajar. Dengan pemahaman yang tepat, AI dapat menjadi sarana untuk memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan, dan mendukung proses belajar.
Dalam sesi berbagi pengetahuan, VP Director TOTO Antok Handoko memaparkan beragam pemanfaatan AI dalam kehidupan sehari-hari, pendidikan, hingga dunia kerja. Ia menjelaskan, kecerdasan buatan tidak hanya dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan, tetapi juga membantu mengolah informasi, mempercepat pekerjaan, dan meningkatkan produktivitas.
Bahkan, AI kini dapat dimanfaatkan untuk membantu membuat situs web maupun aplikasi. Berbagai layanan AI juga tersedia secara gratis sehingga dapat menjadi sarana belajar dan berkreasi bagi generasi muda.
“AI juga bisa digunakan untuk membuat website maupun aplikasi. AI banyak yang gratis dan bisa digunakan,” jelas Antok, yang juga menjadi dosen tamu di sejumlah universitas ternama di Surabaya.
Meski menawarkan banyak kemudahan, Antok mengingatkan bahwa hasil AI tidak selalu benar. Karena itu, pengguna perlu memeriksa kembali informasi yang diperoleh, menghindari memasukkan data pribadi atau informasi rahasia ke layanan AI tanpa perlindungan memadai, serta tetap menggunakan penilaian manusia dalam mengambil keputusan penting.
AI akan memberikan manfaat maksimal apabila digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti tanggung jawab, kreativitas, dan pertimbangan manusia. Pesan tersebut menjadi penting bagi para penerima beasiswa agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
Suasana acara semakin bermakna ketika tiga mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikannya menyerahkan buku skripsi kepada Elisa Christiana, Alie Handojo, dan Johanna. Penyerahan tersebut menjadi bentuk ungkapan terima kasih atas dukungan yayasan yang telah membantu perjalanan pendidikan mereka.
Salah seorang lulusan menyampaikan harapannya agar Union Club terus berkembang dan konsisten memberikan bantuan kepada generasi muda yang memiliki prestasi, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi.
“Semoga Yayasan Union semakin maju, berkembang, dan terus membantu anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.
Kisah para lulusan tersebut menjadi pengingat bahwa bantuan pendidikan bukan sekadar dukungan materi, melainkan juga investasi jangka panjang yang dapat membuka kesempatan bagi penerimanya untuk menyelesaikan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.
Acara yang dipandu pengurus yayasan, Ivan Arista, itu juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada Antok Handoko oleh Alie Handojo sebagai bentuk apresiasi atas kesediaannya berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pemanfaatan AI.
Sementara itu, pengurus yayasan Sianne Widyawati Halim memberikan motivasi kepada para penerima beasiswa agar mulai belajar mandiri secara finansial. Ia mendorong para siswa untuk kreatif melihat peluang memperoleh uang saku tambahan, membiasakan diri menabung, dan mengelola uang dengan baik.
Sianne juga membagikan pengalaman mengenai anaknya yang tertarik belajar menabung melalui usaha kecil yang dijalankannya. Menurutnya, kebiasaan mengelola uang sejak dini dapat membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian.
Melalui program beasiswa yang dipadukan dengan edukasi teknologi dan motivasi kewirausahaan, Union Club berharap para penerima bantuan tidak hanya mampu melanjutkan pendidikan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang kreatif, mandiri, dan siap menghadapi perubahan zaman.
Bagi yayasan, keberhasilan program pendidikan tidak berhenti ketika bantuan diserahkan. Lebih dari itu, harapannya adalah melihat para penerima beasiswa berkembang, meraih cita-cita, dan kelak mampu mem
berikan manfaat bagi masyarakat. (Red)
