Reuni Alumni LHHS Surabaya Penuh Haru, Persahabatan Bertahan hingga Usia Senja - BERITA7TERKINI

BERITA7TERKINI

•A Part of Berita7.online•

Senin, 12 Oktober 2026

Reuni Alumni LHHS Surabaya Penuh Haru, Persahabatan Bertahan hingga Usia Senja


 

SURABAYA – Semangat persaudaraan tak lekang oleh waktu. Meski sebagian telah berusia 80 hingga 90 tahun, para alumni Lian Huo High School (LHHS) Surabaya (泗水聯合中學校友會) tetap antusias menghadiri reuni untuk memperingati 23 tahun berdirinya perkumpulan alumni sekaligus 68 tahun kelulusan.


Reuni yang digelar di Restoran Tristar, Surabaya, Minggu (11/10/2026), mulai pukul 10.00 WIB, berlangsung hangat dan penuh nostalgia. Sejumlah alumni bahkan datang dengan bantuan tongkat dan kursi roda demi bertemu kembali dengan teman-teman lama yang telah puluhan tahun menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.


Wakil Ketua Perhimpunan Keluarga Besar Alumni LHHS Surabaya, Alie Handojo (李汉雄), mengaku terharu melihat semangat para alumni yang tetap menyempatkan diri hadir dalam pertemuan tersebut.


Menurut Alie, terbentuknya perkumpulan alumni bukanlah proses singkat. Perencanaan hingga penyusunan anggaran dasar membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Organisasi tersebut akhirnya terwujud berkat dorongan pertemuan kelas angkatan kesembilan serta perjuangan sejumlah senior, di antaranya Wu Zongyang, Su Zhencheng, dan Wang Shengqi.


Kini, ketika sebagian besar anggota telah memasuki usia lanjut, perkumpulan alumni menjadi sarana penting untuk menjaga hubungan persaudaraan dan mengenang masa-masa sekolah.



“Syukurlah, kita masih diberikan kesehatan sehingga dapat berkumpul bersama hari ini,” tuturnya.


Alie secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Prof. Dr. dr. Satyanegara, Sp.BS (K), dokter spesialis bedah saraf senior yang saat ini berpraktik di Tzu Chi Hospital Jakarta dan rutin menyempatkan diri menghadiri reuni di Surabaya. Penghargaan juga disampaikan kepada Xu Naixing, senior alumni yang datang dari Amerika Serikat.


Alie berharap tradisi reuni dapat terus berlanjut pada 2027. Menurutnya, kecintaan terhadap almamater harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menjaga kebersamaan dan tali persaudaraan antaralumni.


Salah satu momen yang menarik perhatian peserta adalah ketika Prof. Satyanegara berbagi kisah perjalanan hidupnya, mulai dari masa kecil, pengalaman belajar di LHHS Surabaya, hingga perjalanan kariernya di dunia kedokteran.


Lahir di Semarang, Satyanegara menempuh pendidikan di LHHS Surabaya selama dua tahun sebelum melanjutkan perjalanan ke Jepang. Ia menetap di Negeri Sakura selama 14 tahun dan mengaku tidak mengetahui bahwa LHHS telah ditutup pada 1958.


Setelah kembali, ia berkesempatan bertemu lagi dengan teman-teman sekolah melalui reuni alumni. Pertemuan itu menjadi momen berharga, mengingat jumlah teman seangkatannya kini semakin sedikit.


“Dulu masih banyak teman, ada sekitar 50 orang. Sekarang tinggal beberapa saja,” ungkapnya.


Meski hampir 90 persen wajah yang hadir tidak lagi dikenalnya, Satyanegara menilai reuni tetap penting untuk mengenang masa remaja dan menemukan motivasi dari perjalanan hidup yang telah dilalui.


“Reuni sekarang ini, hampir 90 persen saya tidak kenal. Tapi reuni sekolah ini sangat penting. Makanya saya hadir untuk mencari motivasi, mengenang masa remaja ketika saya belajar di Surabaya selama dua tahun,” jelasnya.


Satyanegara dikenal sebagai salah satu dokter spesialis bedah saraf senior di Indonesia. Ia menempuh pendidikan kedokteran hingga spesialisasi di Jepang, termasuk di Universitas Tokyo. Pada 2005, ia menerima penghargaan The Order of the Rising Sun dari Kaisar Jepang atas kontribusinya.


Sebagai bentuk penghormatan, panitia menyerahkan cendera mata kepada Prof. Satyanegara dan Xu Naixing.


Suasana reuni semakin meriah dengan beragam hiburan yang melibatkan para alumni. Dipandu Elisa Christiana (李秀珍), acara dimeriahkan penampilan lagu-lagu, paduan suara, line dance, dan nyanyian solo.


Peringatan ini bukan sekadar perayaan perjalanan organisasi, melainkan juga momentum untuk merawat kenangan dan menghargai persahabatan yang telah terjalin selama puluhan tahun. Di tengah bertambahnya usia dan semakin sedikitnya teman seangkatan yang dapat hadir, setiap reuni menjadi kesempatan berharga untuk kembali berkumpul.


Bagi keluarga besar alumni LHHS Surabaya, persahabatan yang berawal dari bangku sekolah tetap menjadi ikatan yang layak dijaga, selama masih ada kesempatan untuk bertemu dan berbagi cerita.

Pages