Puluhan anak muda memadati Pasar Burung eks-Lokalisasi Dolly, Kelurahan Putat Jaya, Surabaya, pada malam puncak Pekan Budaya Ruwat Rawat, Jumat (29/8). Kegiatan yang digelar Universitas Kristen (UK) Petra bersama Karang Taruna Kelurahan Putat Jaya ini menjadi upaya menghidupkan kembali potensi seni dan budaya lokal melalui perpaduan kesenian tradisional dan teknologi visual.
Program bertajuk “Ruwat Rawat” tersebut mendapat dukungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Program Inovasi Seni Nusantara. Kegiatan telah berlangsung sejak Mei 2026, meliputi pelatihan ludruk dan karawitan bagi 25 anak dan remaja Putat Jaya yang berlatih rutin setiap minggu di SDN Pakis 5, Surabaya.
Ketua tim program, Dr. Aniendya Christianna, mengatakan kegiatan ini berangkat dari upaya menggali kembali potensi seni yang pernah berkembang di kawasan Putat Jaya. Menurutnya, pelatihan hingga festival dilakukan untuk menumbuhkan generasi muda yang dapat meneruskan pelestarian budaya lokal.
Pelatih karawitan Slamet Raharjo menilai pengenalan budaya Jawa kepada generasi muda penting dilakukan sejak dini. Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Putat Jaya, M. Hafidz, menyatakan pihaknya mendukung kegiatan tersebut sebagai wadah bagi anak muda untuk mengembangkan bakat seni yang selama ini belum tersalurkan.
Pada malam puncak, para peserta menampilkan kolaborasi ludruk dan karawitan yang dipadukan dengan film dokumenter serta video mapping dari arsip budaya kawasan Dolly. Pertunjukan juga melibatkan kelompok usaha batik lokal Genarta melalui busana karawitan.
UK Petra berharap program ini dapat memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus membangun citra baru kawasan Dolly sebagai wilayah yang memiliki potensi budaya dan kreativitas. Karang Taruna diharapkan dapat melanjutkan upaya pelestarian seni tersebut secara berkelanjutan.
