Peluang Kerja di Jepang Masih Terbuka, Kemnaker Benahi Pelatihan dan Sertifikasi - BERITA7TERKINI

BERITA7TERKINI

Aktual Tanpa Jeda

Rabu, 15 Juli 2026

Peluang Kerja di Jepang Masih Terbuka, Kemnaker Benahi Pelatihan dan Sertifikasi

 



Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat upaya membuka peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jepang dengan memetakan kebutuhan industri di negara tersebut. Langkah ini dilakukan melalui kunjungan kerja Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor beserta delegasi ke Jepang pada 8–12 Juli 2026.


Dalam kunjungan tersebut, rombongan berdialog dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, lembaga pelatihan dan penempatan tenaga kerja, sejumlah perusahaan pengguna tenaga kerja Indonesia, serta Sekretariat Asian Productivity Organization (APO). Hasil pertemuan memberikan gambaran mengenai kebutuhan industri Jepang, kompetensi yang dibutuhkan, sekaligus aspek perlindungan pekerja yang masih perlu diperkuat.


Afriansyah Noor mengatakan Jepang masih membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia, terutama di sektor otomotif, transportasi, konstruksi, pertanian, layanan perawatan (caregiving), dan berbagai bidang lain yang membutuhkan tenaga kerja terampil.


"Peluang kerja di Jepang harus kita siapkan dengan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Penyiapan SDM tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan bahasa, pemahaman budaya kerja, dan kesiapan beradaptasi," ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (13/7/2026).


Menurutnya, perusahaan-perusahaan Jepang memberikan penilaian positif terhadap tenaga kerja Indonesia karena memiliki kemampuan beradaptasi yang baik. Meski demikian, peningkatan kualitas tetap diperlukan, terutama dalam keterampilan praktik, penguasaan bahasa Jepang, istilah teknis, keselamatan kerja, kedisiplinan, serta pemahaman budaya kerja agar sesuai dengan standar industri Jepang.


Kemnaker juga mencatat perlunya penyelenggaraan pelatihan vokasi yang lebih mendekati kondisi kerja nyata di perusahaan. Pada sektor otomotif, misalnya, peserta pelatihan perlu dibekali kemampuan perawatan kendaraan, inspeksi dasar, penerapan keselamatan kerja, hingga menjaga kualitas dan kerapian lingkungan kerja. Selain itu, kemampuan berkomunikasi dan menjalankan prosedur kerja secara disiplin menjadi aspek penting yang harus dikuasai.


Penguasaan bahasa Jepang juga menjadi perhatian utama. Tidak hanya kemampuan komunikasi sehari-hari, tenaga kerja juga didorong menguasai istilah teknis yang digunakan di lingkungan kerja, termasuk komunikasi operasional dan keselamatan kerja.


"Kita ingin memastikan pelatihan vokasi benar-benar menjawab kebutuhan industri. Masukan langsung dari perusahaan di Jepang menjadi penting untuk memperbaiki kurikulum, meningkatkan kualitas instruktur, dan memperkuat pembelajaran berbasis praktik," kata Afriansyah.


Selain peningkatan kompetensi, pembahasan juga mencakup penguatan perlindungan tenaga kerja Indonesia di Jepang, mulai dari pembekalan mental, pendampingan, layanan pengaduan, hingga pengenalan budaya kerja yang menekankan disiplin, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, dan komunikasi yang baik.


Kemnaker juga menjajaki penguatan kerja sama dengan Asian Productivity Organization (APO) dalam pengembangan produktivitas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sertifikasi kompetensi, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar kerja global.


Hasil pemetaan kebutuhan industri Jepang tersebut akan menjadi dasar penyelarasan program pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, hingga penempatan tenaga kerja agar lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. Pemerintah berharap langkah ini mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia sekaligus memperluas akses terhadap peluang kerja berkualitas di pasar internasional

Pages