Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, adaptif, dan sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Program ini dijalankan melalui pelatihan berbasis kompetensi, reskilling, upskilling, serta kemitraan dengan dunia usaha, industri, dan UMKM.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan, pada 2026 Kemnaker menargetkan 300.000 peserta mengikuti program pelatihan vokasi di seluruh Indonesia. Di BPVP Padang, PVN Batch 3 Tahun 2026 diikuti 982 peserta dari Sumatera Barat dan Jambi, dengan berbagai program keterampilan seperti barista, tata boga, housekeeping, pengelasan, desain 3D CAD, tata rias pengantin, hingga perawatan AC.
Afriansyah menegaskan, pelatihan vokasi tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan kerja, tetapi juga membuka peluang kewirausahaan dan membantu pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja untuk kembali produktif. Ia mengajak masyarakat agar tidak terpaku pada pekerjaan formal, melainkan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk bekerja di sektor swasta maupun membangun usaha mandiri.
