Bakat, kerja keras, dan konsistensi menjadi kunci perjalanan Starla Amayra Kusworo (容淑钰) dalam meraih berbagai prestasi di ajang vokal internasional. Pelajar kelas 10 ini telah menunjukkan kecintaannya pada dunia tarik suara sejak usia empat tahun dan mulai menjalani latihan vokal secara serius saat duduk di kelas III sekolah dasar.
Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting di balik pencapaiannya. Starla mengaku kedua orang tuanya, Bapak Hendy Kusworo (容宝鸿) dan Ibu Niken (陈晶晶), selalu memberikan kepercayaan serta motivasi untuk terus berkembang, termasuk ketika mengikuti berbagai kompetisi di luar negeri.
“Apa pun hasilnya, orang tua saya selalu mendukung dan memotivasi. Itu yang membuat saya semakin percaya diri untuk terus mencoba,” ujar Starla.
Kerja kerasnya membuahkan berbagai prestasi di tingkat internasional. Di antaranya Juara III Melodia Competition 2024, Juara III ASAF 2024 Preliminary Round, Juara III ASAF 2025 Final Round di Hong Kong, Juara III IYMMC 2025, Juara III RIMF 2026, serta Juara II AAF 2026.
Prestasi terbaru Starla meraih juara 2 Kategori Vokal, pada ajang Asia Art Festival ke-13 yang diselenggarakan oleh Asia Arts Academy, di SOTA (School of The Arts) Concert Hall & Drama Theater, Singapura, pada 6–12 Juli 2026. Ajang ini diikuti peserta dari Singapura, Vietnam, India, Jepang, Filipina, China, Hong Kong dan lain lain.
Starla mengaku mengikuti kompetisi tersebut atas ajakan gurunya. Meski sebelumnya telah meraih prestasi pada babak final di Hong Kong, Starla tetap antusias mengikuti kompetisi baru tersebut untuk menambah pengalaman dan mengasah kemampuan.
Guna menjaga kualitas vokalnya, Starla menjalani rutinitas sederhana namun disiplin, seperti melakukan pemanasan sebelum bernyanyi, mengonsumsi teh hangat dan permen herbal, serta berlatih secara rutin setiap dua hari sekali.
Salah satu lagu yang paling berkesan baginya adalah "It's Not About Me" dari musikal The Prom, karena membantunya mengeksplorasi emosi saat tampil di atas panggung.
Menurut Starla, rasa percaya diri tidak muncul secara instan, melainkan dibangun melalui persiapan yang matang.
“Percaya diri datang dari persiapan, seperti latihan rutin, memahami makna lagu, dan menyampaikan emosi. Sebelum tampil, saya berusaha tetap tenang dan percaya pada latihan yang sudah dilakukan,” katanya.
Ia juga meyakini bahwa setiap peserta memiliki karakter suara dan keunikan masing-masing sehingga hasil kompetisi bukanlah satu-satunya ukuran kualitas seorang penyanyi.
“Semua peserta punya karakter suara yang berbeda dan menarik. Penilaian juri itu soal selera, jadi bukan berarti yang tidak juara itu tidak bagus. Justru mereka sudah luar biasa bisa tampil di ajang internasional,” tutur Starla, yang juga merupakan cucu Bapak Budiman Wahyudi (陳文华) Owner Felia Tour and Travel.
Kisah Starla menjadi bukti bahwa prestasi tidak hanya lahir dari bakat, tetapi juga dari disiplin, kerja keras, dukungan keluarga, serta keberanian untuk terus belajar dan mencoba. Semangat tersebut membawanya melangkah lebih jauh hingga mampu mengharumkan nama Surabaya dan Indonesia di berbagai panggung vokal internasional. (Red)
