Khofifah Apresiasi Allpack Surabaya Expo 2026, Perkuat Ekosistem Industri Pengemasan Nasional - BERITA7TERKINI

BERITA7TERKINI

Aktual Tanpa Jeda

Kamis, 02 Juli 2026

Khofifah Apresiasi Allpack Surabaya Expo 2026, Perkuat Ekosistem Industri Pengemasan Nasional


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi membuka Allpack Surabaya Expo 2026 di Grand City Convex Surabaya, Rabu (1/7/2026). Pameran internasional yang menampilkan teknologi pengolahan, pengemasan, dan otomasi industri ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri manufaktur, UMKM, serta produk ekspor Indonesia, khususnya dari Jawa Timur.


Pameran yang diselenggarakan Krista Exhibitions dan berlangsung pada 1–4 Juli 2026 itu menjadi momentum untuk memperkuat industri pengolahan dan pengemasan sekaligus mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah.


Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa kemasan bukan lagi sekadar pembungkus produk, melainkan faktor penting yang menentukan nilai tambah dan daya saing di pasar.


"Saya sejak tahun 1992 selalu menyampaikan konsep petik, olah, kemas, jual. Nilai tambah sebuah produk justru diperoleh setelah melalui proses pengolahan dan pengemasan. Packaging yang baik akan meningkatkan nilai jual produk petani maupun nelayan," ujar Khofifah.


Menurutnya, banyak hasil pertanian dan perikanan masih kehilangan nilai ekonomi karena minimnya fasilitas pengolahan dan pengemasan. Saat panen raya, produksi yang melimpah kerap tidak terserap pasar sehingga berakhir terbuang.




Karena itu, Khofifah mengapresiasi Allpack Surabaya Expo sebagai wadah kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, akademisi, dan investor untuk memperkuat ekosistem industri pengemasan nasional.


Sementara itu, CEO Krista Exhibitions Daud Dharma Salim mengatakan tahun ini menjadi kali pertama nama Allpack Surabaya digunakan sebagai identitas resmi pameran di Jawa Timur. Menurutnya, perubahan tersebut menandai semakin luasnya cakupan pameran sebagai bagian dari jaringan Allpack Indonesia.


Pameran ini diikuti sekitar 120 peserta dari 10 negara, termasuk sekitar 30 IKM dan UMKM dari Jawa Timur serta berbagai daerah di Indonesia. Beragam inovasi dipamerkan, mulai dari mesin pengolahan makanan dan minuman, mesin pengemasan, sistem otomasi pabrik, bahan kemasan, kemasan ramah lingkungan, solusi logistik, hingga konsep ekonomi sirkular. Sejumlah peserta juga menawarkan layanan Original Equipment Manufacturing (OEM) untuk mendukung UMKM membangun merek sendiri.


Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian RI, Afrizal Haris, mengatakan industri kemasan kini dituntut tidak hanya melindungi produk, tetapi juga memenuhi aspek keamanan pangan, legalitas, keberlanjutan lingkungan, dan standar perdagangan global.


Ia menyebut dalam sepuluh tahun terakhir Kementerian Perindustrian telah memfasilitasi 2.169 IKM melalui konsultasi desain kemasan dan memberikan bantuan pencetakan kemasan kepada 679 IKM. Kemenperin juga mengembangkan platform digital packaging untuk mendukung peningkatan kualitas kemasan pelaku usaha.


Dukungan juga datang dari Indonesia Packaging Federation (IPF). Business Development Director IPF Ariana Susanti menilai industri pengemasan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan sektor makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, jamu, serta produk perawatan pribadi. IPF turut menggelar seminar bertema Building Circular Packaging Ecosystem in Indonesia guna mendorong penerapan ekonomi sirkular.


Selain pameran teknologi, Allpack Surabaya Expo 2026 menghadirkan berbagai seminar, Business Matching, dan Hosted Buyer Program yang mempertemukan pelaku industri dengan calon mitra bisnis dari dalam maupun luar negeri. Melalui ajang ini, Jawa Timur diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai pusat industri manufaktur, pengolahan, dan pengemasan sekaligus memperluas akses produk nasional ke pasar global. (Red)
 


Pages