SURABAYA – Semangat sportivitas, kerja keras, dan pelestarian budaya Tionghoa mewarnai pelaksanaan Kejuaraan Barongsai Wali Kota Surabaya Cup 2026 yang berlangsung meriah di Gelanggang Remaja Surabaya pada 13–14 Juni 2026. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya, KONI Kota Surabaya, Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Surabaya, dan FOBI Jawa Timur dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733.
Sebanyak 19 tim barongsai dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur turut ambil bagian dalam kejuaraan ini. Para atlet terbaik menampilkan kemampuan, ketangkasan, keberanian, serta kekompakan tim dalam berbagai nomor yang dipertandingkan.
Pada hari pertama, pertandingan dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan mempertandingkan kategori Barongsai Tradisional, Ketangkasan Zou Tou, Ketangkasan Gua Yao, dan Ketangkasan Shang Dui. Antusiasme peserta maupun penonton terlihat tinggi sepanjang jalannya pertandingan.
Memasuki hari kedua, persaingan berlangsung semakin ketat saat babak delapan besar digelar untuk nomor Ketangkasan Zou Tou, Gua Yao, dan Shang Dui. Selain itu, kategori Halang Rintang turut menyuguhkan aksi-aksi atraktif yang memukau penonton. Kompetisi kemudian berlanjut hingga babak semifinal dan final untuk menentukan para juara terbaik.
Tepat pukul 15.00 WIB, seluruh rangkaian pertandingan berakhir dan dewan juri mengumumkan para pemenang. Tim Xia Liong Dance berhasil meraih gelar juara pada kategori Ketangkasan Shang Dui. Sementara itu, tim Eng An Kiong Malang tampil sebagai juara pada kategori Ketangkasan Gua Yao.
Pada kategori Ketangkasan Zou Tou, gelar juara diraih oleh Surya Naga Surabaya, yang juga kembali menunjukkan dominasinya dengan menjuarai kategori Halang Rintang. Adapun kategori Kecepatan berhasil dimenangkan oleh Thien Lung Surabaya.
Ketua FOBI Jawa Timur, Chandra Wurianto Woo, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan atlet barongsai yang berkelanjutan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Surabaya, KONI Kota Surabaya, para juri, atlet, pelatih, panitia, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya Kejuaraan Barongsai Wali Kota Surabaya Cup 2026,” ujar Chandra.
Ia menegaskan bahwa FOBI Jawa Timur terus berkomitmen melakukan pembinaan atlet melalui program latihan dan penyelenggaraan kompetisi secara rutin. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas atlet sekaligus melahirkan generasi atlet barongsai berprestasi yang dapat mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional maupun internasional.
“Melalui kejuaraan ini kami berharap semangat para atlet semakin tumbuh untuk terus berlatih, berkompetisi secara sehat, dan meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Kota Surabaya, Randika Siani Wijaya, menyampaikan harapannya agar atlet-atlet barongsai Surabaya mampu meraih prestasi terbaik pada Kejuaraan Olahraga Provinsi Jawa Timur 2027, di mana Surabaya akan bertindak sebagai tuan rumah.
Apresiasi juga disampaikan oleh Nono Indriyatno, perwakilan Bidang Olahraga Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya. Ia memberikan penghargaan kepada tim-tim barongsai Surabaya yang berhasil meraih prestasi pada kejuaraan tersebut.
Di sisi lain, Jackson Choenwandy selaku Ketua Panitia menyampaikan rasa syukur atas kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan Kejuaraan Barongsai Wali Kota Surabaya Cup 2026 yang berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat persaudaraan.
Ketua Dewan Juri sekaligus Wakil Ketua Pengprov FOBI Jawa Timur, Tjokro Pontjoharyo, turut memuji penampilan para atlet yang dinilainya menunjukkan semangat juang tinggi, teknik yang semakin baik, serta potensi besar untuk berkembang menjadi atlet berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Kejuaraan Wali Kota Surabaya Cup 2026 menjadi bukti bahwa olahraga barongsai tidak hanya berperan dalam menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, disiplin, keberanian, sportivitas, dan kerja sama tim yang kuat bagi generasi muda. (Red)
