Berita7 - Selama lebih dari satu abad berdiri, Yayasan Sosial Dharma Warga tidak hanya berperan sebagai wadah sosial kemasyarakatan, tetapi juga aktif melestarikan budaya Tionghoa melalui berbagai kegiatan seni dan olahraga. Beragam aktivitas seperti Wushu, barongsai, line dance, hingga pelatihan lagu-lagu berbahasa Mandarin rutin digelar di sekretariat yayasan yang berlokasi di Jalan Sulung No. 31 Surabaya.
Pembinaan generasi muda menjadi salah satu fokus utama yayasan. Anak-anak dan remaja yang mengikuti latihan Wushu maupun barongsai mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan dari para pengurus dan pelatih. Hasilnya, sejumlah peserta berhasil menorehkan prestasi dalam berbagai kompetisi yang diikuti.
Ketua Yayasan Sosial Dharma Warga, Aneng, mengatakan seluruh kegiatan yang diselenggarakan yayasan terbuka secara gratis, baik untuk anggota maupun masyarakat umum. Menurutnya, program-program tersebut tidak hanya bertujuan mengembangkan bakat, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap budaya dan sejarah leluhur.
"Kegiatan yang kami selenggarakan bertujuan membina generasi muda Tionghoa agar mengenal dan mempelajari budayanya. Mereka harus mengetahui budaya dan sejarah panjang leluhur dari Tiongkok hingga akhirnya berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Indonesia," ujarnya saat perayaan HUT ke-113 Yayasan Sosial Dharma Warga, Minggu (31/5/2026).
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Yayasan Sosial Dharma Warga berharap nilai-nilai budaya Tionghoa dapat terus diwariskan kepada generasi penerus sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan dan memperkaya keberagaman budaya di Indonesia. (Red)
