Kompetisi Chinese Bridge SMP-SMA ke-19 tingkat penyisihan wilayah Jawa Timur digelar di Sekolah Tiga Bahasa Khayming pada 24 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Lembaga Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa (LKPBT), Chinese Bridge, dan Khayming School dengan dukungan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya.
Ketua Panitia, Miss Vicky (谭维), mengatakan para peserta berasal dari berbagai sekolah di Jawa Timur. Mereka menampilkan kemampuan pidato bahasa Mandarin sekaligus bakat seni dan budaya Tionghoa.
Ketua LKPBT Jawa Timur, Bapak Soh Sian Gwan (苏先源先生), menyampaikan bahwa kompetisi tahun ini diikuti oleh 12 sekolah dasar dan 13 sekolah menengah dari seluruh Jawa Timur dengan total 58 peserta.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia Khayming School dan semua pihak yang terus mendukung perkembangan pendidikan bahasa Mandarin,” ujarnya.
Direktur Pendidikan Sekolah Tiga Bahasa Khayming, Ibu Octivia, mengatakan pihaknya bangga dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi tersebut. Menurutnya, ajang ini menjadi sarana mempererat persahabatan sekaligus menunjukkan semangat dan talenta para peserta dalam berbahasa Mandarin.
Sementara itu, Pimpinan Dewan Direksi Sekolah Tiga Bahasa Khayming, Bapak Sugijanto Tjandra (张兆恩), menyampaikan bahwa bahasa merupakan pembawa budaya, sedangkan budaya adalah jiwa dari bahasa. Sebagai sekolah trilingual, Khayming School terus mengembangkan pendidikan bahasa Mandarin melalui berbagai kegiatan budaya sepanjang tahun ajaran 2025-2026.
Berbagai kegiatan yang telah diselenggarakan antara lain pameran kaligrafi dan fotografi dalam rangka peringatan hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok, Festival Pertengahan Musim Gugur, Festival Kesembilan Ganda, hingga gala Festival Musim Semi.
“Kompetisi mungkin telah berakhir, tetapi perjalanan belajar bahasa Mandarin tidak akan pernah berhenti,” katanya.
Ketua Komite Bimbingan ke-7 LKPBT Jawa Timur, Bapak Henry Dermawan (李光迈), menambahkan bahwa bahasa Mandarin kini menjadi bagian dari kemampuan global yang dapat dipelajari oleh siapa saja.
Sementara itu, Ketua Utama Alkhairaat, Bapak H.S. Alwi Saggaf Al Jufri LC, MA, menekankan pentingnya pendidikan dalam membangun karakter dan masa depan bangsa. Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membentuk moral, disiplin, kejujuran, serta menjaga peradaban bangsa.
Konjen RRT di Surabaya, Mr. Ye Su (叶素), turut mengapresiasi terselenggaranya kompetisi tersebut. Menurutnya, Chinese Bridge menjadi sarana penting dalam mempererat persahabatan masyarakat Indonesia dan Tiongkok melalui bahasa dan budaya.
Ia berharap semakin banyak generasi muda Indonesia mempelajari bahasa Mandarin, memahami budaya Tiongkok, serta menjadi penghubung persahabatan kedua negara. Mr. Ye Su juga menyebut jumlah peserta tahun ini mencatat rekor tertinggi dan menunjukkan meningkatnya minat belajar bahasa Mandarin di Indonesia.
Pada akhir acara, dewan juri memberikan evaluasi kepada para peserta sekaligus mengumumkan para pemenang kompetisi. Kegiatan ini turut dihadiri orang tua siswa, alumni, guru, perwakilan yayasan, serta tamu undangan lainnya.
Pihak LKPBT Jawa Timur turut memberikan penghargaan kepada ketua panitia, Sekolah Tiga Bahasa Khayming, serta para dewan juri sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kontribusi dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bapak Sugijanto Tjandra juga menyerahkan buku kepada Bapak H.S. Alwi Saggaf Al Jufri LC, MA sebagai simbol penghormatan dan mempererat hubungan silaturahmi.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan, panitia, dewan juri, dan para peserta. (Red)
