Belajar AI untuk Kehidupan Sehari-hari, Marga Huang Jatim Hadirkan Pakar Inovasi UBAYA - BERITA7TERKINI

BERITA7TERKINI

Aktual Tanpa Jeda

Sabtu, 30 Mei 2026

Belajar AI untuk Kehidupan Sehari-hari, Marga Huang Jatim Hadirkan Pakar Inovasi UBAYA


 

SURABAYA – Perkumpulan Marga Huang Jawa Timur kembali menggelar seminar edukatif yang mengangkat tema kekinian. Bertajuk “Teknologi AI untuk Senior”, kegiatan ini menghadirkan narasumber akademisi sekaligus pakar inovasi, Prof. Drs. ec. Sujoko Efferin, M. Com (Hons)., M.A., Ph.D, yang saat ini menjabat Direktur Direktorat Manajemen Inovasi Universitas Surabaya.


Seminar yang berlangsung di Sekretariat Perkumpulan Marga Huang Jatim, Jalan Embong Ploso No. 14 Surabaya, Sabtu (30/5/2026), dihadiri para pengurus marga, anggota komunitas, serta masyarakat umum yang antusias mempelajari perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).


Ketua Kehormatan Marga Huang Jatim, Agus Wibisono, dalam sambutannya menegaskan pentingnya para lanjut usia memahami teknologi AI di tengah maraknya berbagai modus penipuan digital. Menurutnya, pemahaman terhadap AI dapat membantu masyarakat lebih waspada sekaligus memanfaatkan teknologi tersebut untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.


“Dengan belajar AI, paling tidak kita bisa lebih berhati-hati terhadap berbagai informasi yang beredar. Selain itu, AI juga dapat dimanfaatkan untuk membantu banyak aktivitas,” ujarnya.




Senada dengan itu, Ong Pendopo selaku pengurus dan bertindak sebagai moderator, menjelaskan bahwa seminar tidak hanya berisi pemaparan teori, tetapi juga praktik langsung penggunaan AI. Para peserta diperkenalkan pada berbagai manfaat AI, mulai dari membantu menyelesaikan persoalan sehari-hari, mempercepat proses belajar, hingga melatih kemampuan menyusun pertanyaan yang kritis agar tidak mudah disesatkan oleh jawaban AI.


Dalam paparannya, Prof. Sujoko Efferin menjelaskan perkembangan teknologi AI percakapan yang saat ini berkembang pesat di berbagai negara. Ia membagi platform AI ke dalam tiga kelompok besar, yakni produk Amerika Serikat seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude; produk Tiongkok seperti DeepSeek, Qwen, dan Kimi; serta produk Eropa seperti Mistral AI dan Lumo by Proton.


Menurutnya, masing-masing platform memiliki keunggulan dan keterbatasan yang berbeda. AI dapat dimanfaatkan untuk membuat draft surat, menyusun anggaran, menerjemahkan dokumen, merancang jadwal perjalanan, hingga memberikan rekomendasi gaya hidup sehat dan membantu proses pembelajaran.


Namun demikian, ia mengingatkan bahwa AI bukanlah sumber kebenaran mutlak.


“AI memiliki keterbatasan. Kadang informasinya tidak mutakhir, bisa mengarang jawaban, bahkan tidak selalu mampu bernalar dengan benar. Karena itu pengguna harus tetap kritis dan tidak terjebak dalam ilusi AI,” tegasnya.


Pesan tersebut menjadi penutup yang mengesankan bagi para peserta, terutama kalangan senior yang mulai mengenal teknologi AI sebagai alat bantu dalam kehidupan sehari-hari. Di akhir acara, pengurus Perkumpulan Marga Huang Jatim menyerahkan penghargaan kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas ilmu yang dibagikan. Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan siang bersama yang semakin mempererat kebersamaan antar peserta. (Red)


Pages