Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Gedung G, Kampus Kalijudan UKWMS, Selasa (14/4/2026).
Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan riset bersama (joint research) di bidang risiko siber sistemik, ketahanan industri, serta pengembangan kebijakan dan tata kelola keamanan siber. Selain itu, kerja sama juga mencakup penguatan resiliensi supply chain berbasis analisis interdependensi.
Ruang lingkup kemitraan turut meliputi pengabdian kepada masyarakat melalui literasi keamanan digital, diseminasi hasil riset dalam forum ilmiah, serta pelibatan tenaga ahli BSSN sebagai dosen tamu, praktisi, dan narasumber di lingkungan akademik.
Direktur Kebijakan Tata Kelola Keamanan Siber dan Sandi BSSN, Agus Prasetyo, menyampaikan bahwa kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan lanjutan yang adaptif sesuai kebutuhan dan regulasi yang berlaku.
Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Identifikasi Risiko Supply Chain dan Ketergantungan Infrastruktur Informasi Vital pada Sektor Industri”. Materi disampaikan oleh Ketua Tim Penilaian Risiko Keamanan Siber Nasional BSSN, Aji Setiyo Sukarno, di hadapan akademisi UKWMS dan perwakilan industri, dengan penekanan pada pentingnya pemetaan rantai pasok teknologi untuk mengurangi potensi kerentanan sistem informasi.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Dekan Fakultas Teknik UKWMS, Prof. Felycia Edi Soetaredjo, bersama perwakilan BSSN, disaksikan Rektor UKWMS, apt. Sumi Wijaya.
Dalam sambutannya, Prof. Felycia menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah sinergis antara dunia akademik dan regulator. UKWMS berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak nyata, sekaligus memperkuat kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan keamanan siber dan menjaga kedaulatan digital nasional.
