Dari Kedai Sederhana di Surabaya, Kopi Titik Koma Kini Hadir di 47 Lokasi - BERITA7TERKINI

BERITA7TERKINI

Aktual Tanpa Jeda

Minggu, 19 Juli 2026

Dari Kedai Sederhana di Surabaya, Kopi Titik Koma Kini Hadir di 47 Lokasi




Kopi Titik Koma yang dirintis Andrew Goenardi berkembang dari sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Surabaya menjadi jaringan kedai kopi nasional dengan 47 cabang di berbagai daerah. Perjalanan bisnis tersebut dibagikan Andrew saat menjadi pembicara dalam Java Coffee and Flavors Festival (JCFF) 2026 di Alun-Alun Surabaya.


Kopi Titik Koma berdiri pada 2016 dengan membuka kedai sederhana di kawasan Juwono, Surabaya. Sejak awal, usaha ini berfokus menyajikan kopi berbasis espresso menggunakan biji kopi berkualitas. Salah satu titik penting perkembangan bisnisnya adalah hadirnya menu Es Kopi Susu Gula Aren yang kini menjadi penyumbang sekitar separuh dari total penjualan.


Andrew mengatakan, menu tersebut menjadi pintu masuk bagi konsumen untuk mengenal beragam kopi Nusantara. Di tengah persaingan industri, menjaga kualitas produk menjadi tantangan karena karakter bahan baku kopi dapat berubah akibat faktor cuaca. Karena itu, pengendalian mutu dan masukan pelanggan terus menjadi perhatian.


Menurut Andrew, keunggulan bisnis kopi tidak hanya ditentukan oleh resep, tetapi juga kualitas pelayanan dan sumber daya manusia. Dengan menjaga mutu produk, meningkatkan pelayanan, serta mengangkat cita rasa kopi lokal, ia optimistis Kopi Titik Koma dapat terus berkembang dan semakin memperkenalkan kopi Indonesia ke pasar internasional.


Pages