Surabaya, 16 April 2026 – Perkembangan Kecerdasan Buatan (AI) mendorong dunia pendidikan untuk tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga memperkuat karakter. Hal ini menjadi sorotan dalam Petra International Conference on Christian Education (PICCE) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Petra pada 9–10 April 2026.
Mengusung tema “From Character to Competence: Preparing Early Childhood and Elementary Education for Smart Society,” konferensi ini menghadirkan akademisi dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Kenya, Taiwan, dan Indonesia melalui plenary session, call for papers, serta student symposium.
Dekan FKIP UK Petra, Ricky, menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak dapat dipisahkan dari nilai spiritual. Menurutnya, karakter yang kuat akan melahirkan kompetensi yang utuh dan berintegritas pada siswa.
Pembicara utama Judith Grace Moulds, Ph.D., menyoroti peran penting guru sebagai pembentuk karakter, sementara Paul Richardson, pendiri Charis National Academy, menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam menghadapi tantangan seperti krisis identitas dan paparan konten negatif.
Selain sesi utama, konferensi ini juga menjadi wadah berbagi riset pendidikan dan partisipasi mahasiswa. PICCE 2026 menegaskan komitmen UK Petra dalam mengembangkan pendidikan yang mengintegrasikan iman, karakter, dan teknologi secara seimbang.
