SURABAYA – Suasana haru dan penuh kebahagiaan terasa dalam kegiatan bakti sosial pembagian alat bantu dengar gratis bagi anak-anak tuna rungu di Surabaya, (16/5/26). Sebanyak 100 alat bantu dengar yang didatangkan dari Kanada dibagikan kepada anak-anak usia produktif sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan mereka.
Ketua Kelenteng Boen Bio Surabaya, Michael Agusta, mengatakan kegiatan sosial ini merupakan kolaborasi bersama Yayasan Sosial Moral Sejati Surya Gemilang Ming Ya Shan Ge Jakarta serta Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir.
Menurut Michael, bantuan alat bantu dengar ini diharapkan mampu membuka peluang lebih besar bagi anak-anak untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Anak-anak ini memiliki masa depan yang panjang. Kami ingin mereka bisa hidup lebih baik, belajar dengan nyaman, dan memiliki kesempatan yang sama seperti anak-anak lainnya. Kami membagikan 100 alat bantu dengar yang didatangkan dari Kanada dan menyediakan fasilitas tempat untuk kegiatan ini,” ujarnya.
Ia berharap para penerima bantuan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka, termasuk dalam pendidikan dan kemampuan berkomunikasi.
“Semoga para pelajar bisa berkembang, percaya diri, dan dapat belajar seperti masyarakat normal lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Jonson dari Yayasan Sosial Moral Sejati Surya Gemilang Ming Ya Shan Ge Jakarta menjelaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan kali kedua digelar di Surabaya. Sebelumnya, pihaknya juga telah membagikan alat bantu dengar bagi warga prasejahtera di sebuah madrasah.
“Kami melihat penerima bantuan sebelumnya mengalami perubahan hidup yang lebih baik setelah menggunakan alat bantu dengar ini. Mereka bisa lebih mandiri dan memiliki masa depan yang lebih baik tanpa terlalu bergantung pada orang lain,” katanya.
Jonson berharap semakin banyak organisasi sosial maupun komunitas tergerak untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak dengan keterbatasan pendengaran.
Dalam kesempatan yang sama, Elder Daniel Stead dan Sister LaDawn Stead menyampaikan rasa bahagia dapat ikut ambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
“Kami berharap anak-anak ini bisa mendengar seperti anak-anak lainnya. Ini adalah bentuk kepedulian sosial kami kepada mereka. Kami sangat senang bisa membantu anak-anak,” ujar mereka.
Kebahagiaan juga dirasakan Ani, salah satu orang tua penerima bantuan dari Surabaya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku bersyukur anaknya yang mengalami tuna rungu akhirnya mendapatkan alat bantu dengar.
“Semoga anak saya bisa lebih senang dan dapat mendengar dengan baik. Terima kasih kepada semua yang sudah membantu,” ucapnya penuh haru.
Kegiatan sosial tersebut bukan hanya memberikan alat bantu dengar, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi anak-anak agar dapat tumbuh lebih percaya diri, mandiri, dan memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih cerah. (Red)
